MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMAHAMAN KONSEP
OPERASI HITUNG BILANGAN BULAT MENGGUNAKAN MEDIA BALOK MERAH PUTIH
(S U C I P T O )
SD NEGERI SALAK 02
Suciptoadidoyo610@gmail.com
Abstrak
Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana penggunaan media
balok merah putih di dalam membantu peneliti di dalam menjelaskan konsep operasi hitung bilangan bulat pada siswa ,dan bagaimana prestasi
belajar siswa setelah pembelajaran selesai dilaksanakan. Beberapa faktor yang
mendorong untuk diadakannya penelitian adalah : 1) prestasi belajar siswa rendah, hal ini
terlihat dari hasil evaluasi siswa sebelumnya, yang menunjukkan nilai rata-rata
hanya 43,75%, 2) partisipasi siswa selama belajar Matematika dikelas sangat rendah, hal ini
ditunjukkan dengan tidak adanya siswa yang bertanya. Setelah penelitian ini
selesai dilaksanakan, ternyata sudah menunjukkan bahwa nilai rata-rata hasil evaluasi siswa
meningkat dari 43,75% ke 80,29%, dan siswa sangat antusias dan berpartisipasi
aktif selama pembelajaran berlangsung di dalam penggunaan media balok merah putih.
Kata
kunci: Balok merah putih, belajar aktif, prestasi
belajar siswa menigkat.
PENDAHULUAN
Dalam menyajikan materi operasi hitung bilangan bulat pada siswa kelas VI, tidak cukup dengan
menggunakan metode yang variatif, tetapi juga harus didukung dengan alat peraga
yang memadai, contohnya selama ini guru dalam menyajikan operasi hitung
bilangan bulat menggunakan garis bilangan yang digambarkan oleh guru dipapan
tulis, hasilnya dari 28 siswa kelas VI, 13 anak yang nilainya diatas 50
sedangkan sisanya dibawah 50,itu artinya pembelajaran di kelas tidak berhasil.
Walapun Peneliti sadar bahwa tidak
semua keberhasilan belajar siswa dapat di nilai dengan angka angka karena Dalam belajar, banyak sekali
faktor yang mempengaruhinya, menurut (Prof. Dr. Amir Soetejdo, 2005) Psikologi
Pendidikan Anak SD. Faktor yang
mempengaruhi belajar digolongkan menjadi 3 macam :1) Faktor
stimuli Belajar.2)Faktor Metode mngajar.3)Faktor Individu Siswa.
Yang dimaksud dengan stimuli belajar adalah segala
hal diluar individu yang merangsang individu itu untuk mengadakan reaksi atau
perbuatan belajar. Stimuli dalam ini mencakup :a)Panjangnya bahan pelajaran,Semakin panjang bahan
pelajaran, semakin panjang pula waktu yang diperlukan oleh individu untuk
mempelajarinya. Bahan yang terlalu panjang atau terlalu banyak dapat
menyebabkan kesulitan individu dalam belajar.b.)Kesulitan bahan pelajaran,Tingkat kesulitan bahan
pelajaran mempengaruhi kecepatan belajar. Makin sulit sesuatu bahan pelajaran, makin
lambatlah orang mempelajarinya. Sebaliknya, semakin mudah bahan pelajaran,
makin cepatlah orang dalam mempelajarinya.c) Berartinya bahan pelajaran,Bahan yang berarti adalah
bahan yang dapat dikenali. Bahan yang memungkinkan individu untuk belajar, karena
individu dapat mengenalnya. Bahan yang tanpa arti sukar dikenal, akibatnya tak
ada pengertian individu terhadap bahan itu.d.)Berat ringannya tugas,Mengenai berat atau ringannya
suatu tugas, hal ini erat hubungannya dengan tingkat kemampuan individu. Hal
ini disebabkan karena kapasitas intelektual serta pengalaman mereka tidak sama.
Boleh jadi pula, berat ringannya suatu tugas berhubungan dengan usia individu.
Ini berarti, bahwa kematangan individu ikut menjadi indikator atas berat atau
ringannya tugas bagi individu yang bersangkutan.e).Suasana lingkungan ekstrenal,Suasana lingkungan eksternal
menyangkut banyak hal antara lain : cuaca (suhu, udara, mendung, hujan,
kelembaban); waktu (pagi, siang, sore, petang, malam); kondisi tempat
(kebersihan, letak sekolah, pengaturan fisik kelas, ketenangan, kegaduhan);
penerangan (berlampu, bersinar matahari, gelap, remang-remang); dsb.
Faktor Metode mengajar yang dipakai
oleh guru sangat mempengaruhi metode belajar yang dipakai oleh si pelajar,
metode yang dipakai oleh guru menimbulkan perbedaan yang berarti bagi proses
belajar. Faktor-faktor metode belajar menurut (IGAK Wardani,dkk.2007)menyangkut hal-hal berikut :a.)Kegiatan berlatih atau
praktek.b.)Over
learning dan drill.c.)Resitasi selama belajar.d)Pengenalan tentang hasil-hasil
belajar.e)Belajar
dengan keseluruhan dan dengan bagian-bagian.f)Penggunaan modalitet indera.g).Penggunaan set dalam belajar.h)Bimbingan dalam belajar.i)Kondisi-kondisi
insentif.
Faktor individu sangat besar pengaruhnya terhadap
belajar seseorang. Adapun aktor-faktor individual itu menyangkut hal-hal
berikut:a).Kematangan.b).Faktor usia kronologis.c)Faktor perbedaan jenis
kelamin.d)Pengalaman
sebelumnya.e)Kapasitas
mental.f)Kondisi
kesehatan jasmani .g)Kondisi kesehatan rohani.h)Motivasi
Data awal
berdasarkan hasil ulangan harian di kelas VI Nilai rata rata kelas masih jauh
dari KKM yaitu 43,75 ,dan siswa yang berada di bawah nilai rata rata adalah 15
siswa sedangkan 13 siswa lainya ada di atas nilai rata rata.
Berdasarkan hasil refleksi pada pelaksanaan pembelajaran operasi hitung bilangan bulat siswa kelas VI
dapat
di simpulkan bahwa,Penyajian materi operasi hitung bilangan bulat menggunakan alat bantu garis bilangan saja kurang
dapat membantu siswa memahami konsep operasi hitung bilangan
bulat,Siswa
tidak diperankan secara aktif dalam pembuatan garis bilangan, siswa hanya
sebagai objek dari pembelajaran, siswa sebagai penerima materi, siswa tidak
diberi kesempatan membangun pengetahuannya sendiri,dan Tidak menggunakan kapur
warna, dalam pembuatan garis bilangan, sehingga pembelajaran tidak bisa menarik perhatian siswa,akibatnya
siswa kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran.
Hal ini terlihat
dari penugasan guru terhadap siswa tentang operasi hitung bilangan bulat,siswa diminta maju
secara acak untuk menyelesaikan masalah yang berkaitan dengan operasi
hitung bilangan
bulat, dengan menggunakan garis bilangan, dari 10 anak yang maju, hanya 2 anak
yang bisa menyelesaikan masalah dengan benar. Hal ini tentu mengganggu kinerja
guru, sebagai penyaji materi di kelas dan penanggung jawab terhadap
keberhasilan siswa dalam belajar.
Dalam penelitian ini di terapkan media balok merah putih untuk membantu menyajikan materi operasi hitung bilangan bulat di kelas VI,yang diharapkan dapat
membantu meningkatkan kemampuan siswa terhadap operasi hitung bilangan bulat.
Berdasarkan
pada hasil observasi terhadap pembelajaran tentang konsep hitung bilangan bulat
pada siswa kelas
VI di temukan masalah bahwa,dalam
menyajikan materi operasi hitung bilangan bulat guru tidak memakai media yang memadai pada,akibatnya siswa kurang
tertarik menyimak keterangan guru. guru hanya memakai garis bilangan,dan tidak memerankan
siswa secara aktif dalam pembuatannya,akibatnya siswa cenderung pasif,Siswa hanya berperan sebagai pendengar ,Tidak ada
hal yang menarik perhatian siswa,guru menyajikan pembelajaran dengan cara yang
monoton.
Penelitian ini diharapkan
dapat menyelesaikan masalah-masalah berikut ;Apakah penyajian materi
tentang operasi hitung bilangan bulat, dengan menggunakan media balok merah putih dapat meningkatkan pemahaman
siswa terhadap operasi hitung bilangan bulat?Bagaimana caranya meningkatkan pemahaman siswa
tentang bilangan bulat dengan memerankan siswa secara aktif dalam penggunaan
balok merah putih?Bagaimana caranya menarik perhatian siswa dengan pewarnaan yang berbeda pada
kedua ruas balok?
METODE PENELITIAN
Penelitian ini menggunakan
metode Penelitian Tindakan Kelas. Tempat penelitian ini yaitu di SDN Salak 02
kecamatan Randuagung Kabupaten Lumajang. Subyek dalam penelitian ini adalah
siswa kelas VI semester ganjil pada tahun ajaran 2017/2018.Jumlah siswa pada
kelas VI yaitu 28 siswa yang terdiri atas 14 perempuan dan 14 laki laki.Materi
pembelajaran yang akan di sajikan dalam penelitian ini adalah Matematika Tentang
Operasi Hitung Bilangan Bulat.
Data yang diperlukan dalam
penelitian ini meliputi: 1) keterlaksanaan pembelajaran Matematika tentang
operasi hitung bilangan bulat dengan Pernggunaan Media Balok Merah Putih 2)
data tentang respon siswa, dan 3) data hasil belajar. Teknik analisis data yang
digunakan menggunakan instrumen lembar observasi untuk keterlaksanaan
pembelajaran dan respon siswa.Sedangkan tes digunakan untuk mengukur tingkat
hasil belajar.
Adapun desain dalam penelitian tindakan kelas ini sebagai
berikut.
Gambar 1. Desain Penelitian
Sumber: (Diadopsi dari Arikunto, 2012:16).
Secara garis besar terdapat tiga tahapan dalam
penelitian tindakan kelas ini, yaitu (1)
perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan dan pengamatan,
serta (3) refleksi (Diadopsi
dariArikunto,
2012:16).Pada pelaksanaan penelitian ini, dibantu satu observer teman
guru sejawat.
HASIL
DAN PEMBAHASAN
Dengan diadakannya perbaikan pembelajaran matematika tentang konsep hitung bilangan bulat yang melalui 2 siklus diperoleh pengolahan
data sebagai berikut.
Pembahasan
setiap Sklus
Berdasarkan hasil diskusi dengan teman
sejawat,pembelajaran yang di laksanakan mulai dari siklus pertama,kedua dan
ketiga,sudah menunjukan kemajuan .Perubahan tersebut dapat terjadi karena adanya penyampaian metode
pembelajaran yang tepat sesuai dengan materi pokok yang di berikan ,dan
penggunaan media balok merah putih dalam penyampaian konsep hitung bilangan
bulat,hal ini di tunjukan dengan proses pembelajaran yang aktif,siswa mau
bertanya ,dan hasil evaluasi mencapai nilai maksimal.
Siklus I pada pembelajaran matematika
terdapat 18 siswa yang mendapat nilai di bawah 60,sehingga peneliti melakukan
pembelajaran pada siklus IIyang di bantu oleh teman sejawat.
Setelah dilaksanakan siklus II ternyata
sudah menunjukan adanya peninkatan yang berarti dalam perbaikan
pembelajaran.terlihat dari prosentase perolehan nilai bahwa,yang mendapat nilai
kebawah 60 adalah 15 siswa dari 28 siswa yang ada.
Perbaikan pembelajaran pada siklus I dan
II tidak membuat peneliti merasa puas sehingga perlu di lanjutkan pada siklus
III.Adapun tujuanya adalah u tuk meningkatkan target hasil pembelajaran yang
maksimal sekaligus sebagai pengayaan materi.
Pada siklus III ini audah menunjukkan
peningkatan hasil belajar yaitu dari 28 siswa yang mendapat nilai di bawah 60
adlah 7 siswa.perubahan kegiatan pembelajaran terjadi karena siswa lebih senang
dengan belajar menggunakan metode yang tepat,dan bervarisi seperti ,ceramah
yang kooperative,diskusi,Tanya jawab,sekaligus penggunaan media balok merah
putih,sehingga pembelajaran tidak terkesan monoton.Siswa di beri kesempatan
berpendapat dan menjawab soal pada lembar kerjayang pengerjaanya didiskusikan
dengan teman sekelompoknya.
Menurut hasil belajar (gagne and
bloom,1984) dalam sudjana,2000) bahwa keterampilan intelektual menuntut murid
melakukan kegiatan yang unik ,kemampuan menerapkan ,mengelompokan dan
menggunakan.Selain itu murid di harapkan murid mampu mengembangkan kemampuan
otak dan penalaran kognitif,serta perhatian murid pada pelajaran bentuk disiplin sikap dan nilai
sebagai pengembangan efektif,Murid di harapkan terampil dan berkemampuan
sebagai hasil psikomotorik.ketiga aspek ini adalah menurut hasil belajar bloom.
Dengan
perubahan yang ada pada siswa maka perbaikan pembelajaran yang telah di
laksanakan dalam siklus pertama ,kedua ,dan ketiga membuahkan hasil yang baik.
Berikut tabel data hasil
evaluasi siklus I yang akan disajikan dalam bentuk tabel distribusi frekuensi
(Narr Harianto, dkk. 2007 Statistika Pendidikan) Mata Pelajaran Matematika
tentang konsep bilangan bulat pada siswa
Kelas VI SDN Salak 02.
Tabel hasil evaluasi Siklus I
|
Hasil Test
|
Banyak Siswa
|
Prosentase
|
|
10 – 30
|
4
|
11,76 %
|
|
31 – 51
|
14
|
41,18 %
|
|
52 – 72
|
12
|
35,30 %
|
|
73 – 93
|
4
|
11,76 %
|
|
JUMLAH
|
34 orang
|
100 %
|
Grafik dari perolehan nilai pada
Siklus I adalah sebagai berikut :
Siklus I menunjukkan bahwa
prosentase perolehan nilai 60 ke atas hanya 45 % saja. Hal ini menunjukkan
bahwa pembelajaran tidak berhasil, sehingga dilanjutkan pada siklus II.
Sedangkan pada siklus II peneliti mengukur keberhasilan pembelajaran dengan
memberikan 10 soal dalam bentuk 5 soal isian dan 5 soal uraian.
Dari evaluasi pada Siklus II
diperoleh nilai :
Berikut tabel data hasil evaluasi siklus II yang akan disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi (Narr Harianto, dkk. 2007 Statistika
Pendidikan) Mata Pelajaran Matematika tentang konsep bilangan bulat pada
siswa Kelas VI SDN Salak 02.
Tabel hasil
Evaluasi Siklus II
|
Hasil Test
|
Banyak Siswa
|
Prosentase
|
|
50 – 63
|
15
|
44,12 %
|
|
64 – 77
|
12
|
35,29 %
|
|
78 – 91
|
7
|
20,59 %
|
|
JUMLAH
|
34 orang
|
100 %
|
Grafik perolehan nilai pada
siklus II adalah sebagai berikut :
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
|
Grafik 1 : Prosentase Perolehan
Nilai Siklus II
|
|
Pada siklus II prosentase
pada nilai 60 ke atas mencapai 55,88 % hal ini menunjukkan bahwa pembelajaran
pada siklus II adanya tanda-tanda peningkatan, sehingga untuk lebih mencapai
target pembelajaran yang maksimal, maka perlu dilanjutkan kembali pada siklus
III.
Untuk mengukur keberhasilan
pembelajaran matematika pada siklus III ini peneliti memberikan soal evaluasi
sebanyak 10 soal dalam bentuk 5 soal isian dan 5 soal uraian.
Berikut tabel data hasil evaluasi siklus III yang akan disajikan dalam
bentuk tabel distribusi frekuensi (Narr Harianto, dkk. 2007 Statistika
Pendidikan) Mata Pelajaran Matematika tentang konsep bilangan bulat pada
siswa Kelas VI SDN Salak 02.
Tabel Hasil
Evaluasi Siklus III
|
Hasil Test
|
Banyak Siswa
|
Prosentase
|
|
50 – 67
|
7
|
20,59 %
|
|
68 – 85
|
11
|
32,35 %
|
|
86 – 103
|
16
|
47,06 %
|
|
JUMLAH
|
34 orang
|
100 %
|
Grafik dari perolehan prosentase nilai pada siklus III
adalah :
Pada siklus III prosentase nilai di
atas 60 mencapai 79,41 %, hal ini menunjukkan bahwa perbaikan pembelajaran yang
dilakukan dari siklus I, II, sampai III menunjukkan peningkatan.
\
KESIMPULAN
Dari hasil perbaikan pembelajaran yang dilaksanakan di SDN Salak 02 Kelas VI dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :a).Penggunaan metode yang bervariasi
dapat mengurangi kejenuhan pada siswa.b).Penggunaan media balok merah putih
yang telah di modifikasi,dan media lain untuk
membantu guru menjelaskan tentang konsep hitung bilangan bulat terbukti dapat meningkatkan prestasi
belajar pada siswa.c).Dengan diterapkannya PTK menunjukan adanya perubahan terhadap peningkatan
hasil belajar siswa.d).Pemberian contoh-contoh soal
yang comprehensip serta bervariasi dapat menambah pemahaman siswa terhadap materi yang di
sajikan .
Berdasarkan kesimpulan tersebut beberapa hal yang sebaiknya dilakukan
oleh guru dalam meningkatkan penguasaan materi pemlajaran oleh siswa,antara lain :a).Penggunaan metode yang tepat
,dan bervariatif oleh guru supya dapat membuat pembelajaran menyenangkan bagi siswa, sehingga siswa dapat termotivasi untuk belajar
dan dapat menyenangi pembelajaran yang
di sajikan oleh guru.b).Penggunaan
media balok merah putih untuk membantu guru menjelaskan
tentang konsep hitung bilangan
bulat,terbukti bisa membantu meningkatkan pemahaman siswa tentang operasi
hitung bilangan bulat.c).Pemberian contoh-contoh soal yang bervariasi tidak terbatas
pada soal hitungan langsung tapi bisa juga soal bentuk cerita, studi kasus atau
mengambil contoh-contoh dari kehidupan nyata.
DAFTAR
PUSTAKA
IGAK
Wardhani, dkk. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta. Universitas Terbuka
Soejadi,
1999. Dalam Gatot Muhsetyo, dkk. 2007. Pembelajaran Matematika SD.
Jakarta. Universitas Terbuka.
Gatot
Muhsetyo, dkk. 2007. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta. Universitas
Terbuka.
Kohesi,
2000. Dalam Gatot Muhsetyo. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta.
Universitas Terbuka.
Prof.
Dr. Amir Soetedja, 2005. Psikologi Perkembangan Anak. Malang.
Universitas Kanjuruhan.
Djam’an
Satori, dkk. 2007. Profesi Keguruan. Jakarta. Universitas Terbuka.
Nar
Herrhyanto dan D.M. Akib Hamid, 2007. Statistika Dasar. Jakarta.
Universitas Terbuka.
Sudjana,
Nana. 2000. Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar. Bandung. Sinar Baru
Algresindo.
Arikunto, 2012:16.Prosedur penelitian Suatu pendekatan Praktik